Breadcrumb

Pengolahan Air Limbah Menggunakan Sistem Anaerobic

Pengolahan Air Limbah Menggunakan Sistem Anaerobic

Dalam menentukan pengolahan air limbah harus sangat diperhatikan dalam aspek teknis dan aspek finansial. Pada aspek teknis diharapkan hasil pengolahan limbah dalam suatu sistem dapat mencapai hasil yang memenuhi baku mutu. Kemudian untuk aspek finansial ditinjau dari biaya investasi dan operational serta perawatan terhadap sistem. Sistem Anaerobic adalah sistem yang sangat efektif untuk menurunkan beban organik tinggi dalam limbah cair secara efektif dengan penggunaan daya yang rendah serta space area yang kecil. Adanya limbah dengan kandungan pencemar senyawa organic biodegradable yang tinggi yaitu kadar BOD, COD, dan TSS pada limbah membutuhkan kerja dari anaerobic system dengan tujuan untuk menurunkan senyawa organic yang tinggi tersebut. Proses anaerobic merupakan proses penguraian bahan organik kompleks oleh aktivitas bakteri anaerobic tanpa adanya oksigen.

Beberapa keuntungan dari sistem BIOGENIC High Rate Anaerobic Reactor :

  • Very low Energy Consumption (Konsumsi Energi yang Sangat Rendah)
    BIOGENIC High Rate Anaerobic Reactor seperti ANAPAK UASB, ANAPAK ICR, ANAFLOAT serta ANAMEM merupakan teknologi High Rate Anaerobic System dengan konsumsi energoi yang sangat rendah. Penggunaan Energi per Kg.COD hanya mencapai berkisar 0.1 – 0.5 Kwh/Kg.COD removed (yang terurai). Bandingkan dengan sistem Comventional Aerobic System yang menggunakan daya listrik mulai dari 1 – 8 Kwh/Kg.COD removed.
  • Very Small Foot Print (Pengguaan Area yang Sangat Kecil)
    Dengan sistem High Rate, BIOGENIC Anaerobic Reactor hanya menggunakan volume reaktor yang sangat minim, ditambah juga dengan desain spesial dari reaktor yang slim (kurus dan tinggi) membuat penggunaan lahan menjadi semakin kecil.

  • Very Low Sludge Production
    BIOGENIC Anaerobic Reactor secara efisien mengkonversi hampir 100% beban COD yang diuraikan menjadi biogas, hanya sedikit dari COD yang terurai dikonversi menjadi sludge atau pembentukan cell baru pada sistem BIOGENIC Anaerobic Reactor.
    Produksi sludge hanya berkisar sekitar 1%-2% dari total beban COD yang terurai. 
  • Rich Of Energy – Biogas Energy Utilization (Kaya akan Sumber Energi, penggunaan Biogas sebagai Sumber Energi).  
    Dengan konversi Biogas yang sangat efisien, setiap KG.COD beban limbah cair yang masuk ke sistem BIOGENIC Anaerobic Reactor akan menghasilkan Biogas yang kaya kaan gas Methane. Dengan special design yang sangat optimal, komposisi gas methane (gas metana) dalam biogas akan mencapai 75% sehingga sangat efisien untuk digunakan sebagai sumber energi terbarukan

Cara Kerja Sistem Anaerobic
  • Air limbah diumpankan ke dalam biorekator, dimana bioreactor mengandung zat semi padat yang dikenal sebagai lumpur aktif
  • Lumpur aktif tersusun dari bakteri anaerob atau mikroorganisme lainnya.
  • Mikroorganisme akan mencerna senyawa organik yang dapat terbiodegradasi dalam air limbah, sehingga
  • Menghasilkan effluent dengan kandungan COD, BOD dan TSS yang rendah serta menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energy alternative pengganti bahan bakar minyak.
Proses anaerobic dapat diuraikan secara sederhana dalam tahapan berikut ini :

Mikroorganisme Sistem Anaerobic

Berdasarkan kebutuhan makanan bakteri yang berperan dalam perombakan secara anaerob dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu golongan bakteri hydrolitic, acetogenic dan metanogenik. Golongan bakteri hidrolitik berfungsi untuk mendegradasi makromolekul menjadi produk yang dapat larut dan dengan bantuan enzim protease, lipase, karbohidrase dan esterase dirombak menjadi molekul organik rantai pendek yang dapat larut. Golongan bakteri acetogenik berperan dalam fermentasi asam-asam amino, glukosa dan ß-oksidasi asam lemak untuk menghasilkan asetat atau H2. Golongan bakteri metanogenik ini yang mampu menggunakan substrat dengan atom C1 (CH3NH2, CH3. OH) dan atom C2 (CH3COOH) untuk menghasilkan methan dan proses ini berjalan dengan baik pada pH 6,7 – 8,0. Tahap methanasi merupakan tahap yang dapat mereduksi COD air limbah paling tinggi dan apabila diinginkan maka gas methan dapat dipakai sebagai sumber energi.


Keunggulan Anaerobic System

Anaerobic treatment biasanya digunakan dengan konsentrasi senyawa organik yang tinggi yang diukur dari COD, BOD dan TSS yang tinggi. Anaerob treatment memiliki keunggulan yaitu:

  1. Efisiensi removal organic yang tinggi
  2. Menghasilkan gas yang dapat digunakan sebagai sumber energy biogas
  3. Tahan terhadap fluktuasi influent

Sistem anaerob dapat diterapkan dalam pengolahan limbah cair dari berbagai sumber diantaranya pengolahan limbah susu, pengolahan limbah sawit, pengolahan limbah gula, pengolahan limbah rafinasi, pengolahan limbah food & baverage dan lainnya.  

Waste Water Treatment Plant (WWTP) With Anapak UASB (Upflow Anaerobic Sludge Blanket)

ANAPAK UASB merupakan salah satu teknologi pengolahan air limbah yang penting dan unggul diantara metode pengolahan anaerob alinnya.ANAPAK UASB (Upflow Anaerobic Sludge Blanket) merupakan suatu metode pengolahan limbah secara anaerob di dalam bioreaktor aliran sumbat (PFR, Plug Flow Reactor) yang melibatkan dua kelompok bakteri, yaitu bakteri penghasil asam dan bakteri penghasil metana. Metode ini digunakan untuk mengolah air limbah dengan konsentrasi organik 3.000–25.000 mg/L berdasarkan parameter COD. Keistimewaan metode ini yaitu adanya sludge blanket yang aktif pada bagian dasar reaktor dan dilengkapi dengan sistem pemisahan gas dan padatan (separator gas-solid), sehingga metode ini mempunyai cost yang relatif lebih murah dan sederhana dibanding metode lain. Oleh karena itu metode UASB sangat cocok diterapkan sebagai sistem pengolahan air limbah organik dari industri.

Mikroorganisme pada sistem UASB membutuhkan mikro dan makro nutrisi sebagai penunjang kerja pada sistem, serta dipertahankan pada kondisi range pH netral 7.2-7.8. UASB digunakan untuk mengolah air limbah yang mempunyai kandungan organik karbon yang tinggi. Salah satu keunggulan UASB adalah kemampuannya dalam menahan lumpur biologi berkonsentrasi tinggi dan keefektifan dari pemisahan fase padat, cair dan gas di dalam reaktor. Lumpur biologi berkonsentrasi tinggi ini kerap disebut dengan granul, dan terbentuknya granul di dalam reaktor UASB tergantung pada kecepatan aliran air vertikal (Upflow velocity) dan waktu tinggal (hydraulic retention time/HRT). Sedangkan proses pemisahan fase padat (lumpur), cair (air limbah) dan gas (biogas) dicapai dengan mendesain gas-liquid-sludge separator.

Prinsip kerja Pengolahan Limbah Anaerobic - Anapak UASB  

Dalam reaktor ANAPAK-UASB koloni bakteri akan membentuk suatu lumpur aktif yang disebut sebagai granulated Sludge, dimana sludge yang terbentuk merupakan gabungan jutaan koloni bakter yang berbeda – beda dalam suatu gumpalan yang mirip seperti batu kerikil kecil. Granulated sludge merupakaan keistimewaan dalam proses Anaerobic Granular Bed Reactor (AGBR) dimana sludge yang padat dan berat berbentuk granular cenderung tenggelam kedasar reaktor dan tidak terbuang keluar. Sludge yang pada dan berat akan bekerja optimal dalam menyerap organik secara efisien sehingga menghasilkan kualitas limbah cair olahan dengan COD yang lebih rendah. Salah satu bagian penting dalam sistem UASB adalah sistem pemisahan Biogas, solid dan effluent atau disebut sebagai GLSS (Gas – Liguid – Solid Seperator) atau 3-Phase Separator (3PS). Kegagalan dari sistem 3PS akan menyebabkan sistem ANAPAK tidak bekerja optimal dan menghasilkan effluent dengan kualitas rendah. Sistem ANAPAK – UASB menggunakan double 3PS untuk menurunkan COD secara efektif dan menghasilkan effluent dengan load yang rendah untuk di-polish pada tahapan berikut nya : tahapan Aerobic.



PT. Grinviro Biotekno menyediakan Anaerobic System-Anapak UASB yang mampu memberikan solusi terhadap masalah limbah anda :
Anapak UASB-Anaerobic System

Untuk menggunakan jasa kami pada produk tersebut silahakan hub. kami melalui email atau whatsapp ke 08234 811 4479 (Fast Respon)