Breadcrumb

MBR Mampu Mengolah Limbah Industri Yang Tinggi Organik

MBR Mampu Mengolah Limbah Industri Yang Tinggi Organik

Juli 2019 lalu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) stp mbr pt grinviro bioteknoKabupaten Bogor melakukan investigasi pada kasus pencemaran Sungai Cileungsi, Bogor. Penyebab utama pencemaran Sungai Cileungsi diduga kuat dari limbah industri. Hal ini dikarenakan dari 70 perusahaan yang berada dalam pengawasan DLH Kabupaten Bogor, sebagian besar perusahaan berada di aliran Sungai Cileungsi. Selain Sungai Cileungsi, Sungai Citarum di Bandung juga mengalami pencemaran. Selain di Kota Bandung pencemaran sungai juga terjadi di Cirebon, Karawang hingga Purwakarta. Menurut Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang air sungai dan Bendungan Barugbug bau dan berwarna hitam pekat, terutama saat kondisi musim kemarau.

Indonesia merupakan negara yang memiliki industri terbanyak di kawasan Asia Tenggara. Sehingga limbah industri menjadi permasalahan utama yang dialami saat ini. Akan tetapi kini pemerintah telah melakukan revolusi besar dalam regulasi pengendalian pencemaran limbah industri. Regulasi pengendalian pencemaran air hingga pemulihan sungai terdapat dalam UU No.7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, PP No.82 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air hingga PP No.38 Tahun 2011 tentang Sungai. Pemerintah menyampaikan dalam Rencana Teknokratik RPJMN 2020-2024 komitmennya pada bidang Lingkungan Hidup yang diharapkan tercapai pada tahun 2025. Terutama pada masalah pengelolaan dan pengendalian pencemaran air. Dewasa ini, pemerintahan Indonesia mengalami peningkatan kinerja dalam penegakan hukum untuk mendukung pengelolaan lingkungan hidup.

Masalah limbah industri ini bisa diselesaikan dengan pengolahan yang tepat. Kandungan organik yang tinggi pada sebagian besar limbah industri sangat efektif apabila diolah dengan sistem biologis. Salah satu teknologi paling baru dan efisien pada pengolahan limbah saat ini adalah Membran Bioreactor (MBR). MBR merupakan teknologi yang menggabungkan antara aktifitas lumpur aktif (mikroorganisme) dan pemisahan partikulat dengan menggunakan teknologi membran. Penggunaan teknologi membran membuat kualitas effluent sangat baik hingga mampu menyisihkan bakteri dan virur. Sehingga effluent dari MBR sendiri dapat digunakan langsung sebagai sumber air bersih diantaranya untuk cuci mobil dan menyiram tanaman. MBR menawarkan solusi bagi keterbatasan lahan karena penggunaan membran menghilangkan fungsi bak sedimentasi pada sistem konvensional. Pada sistem MBR tidak ada potensi terjadi rising sludge atau kelebihan biomassa yang mengakibatkan kualitas effluent menjadi menurun. Pada teknologi MBR semua partikulat atau biomassa dapat terpisahkan secara maksimal sehingga effluent selalu dalam kualitas baik. Dari sisi pemeliharaan juga relatif lebih mudah daripada sistem konvensional. Lumpur yang dihasilkan pada teknologi MBR juga lebih sedikit karena semua potensi mikroorganisme dapat dimaksimalkan dan memiliki sludge age yang panjang hingga 120 hari. Teknologi MBR merupakan pengolahan air limbah yang efektif dan menggunakan recycle sistem sehingga menjadi solusi bagi sumber air bersih yang semakin sulit saat ini.