Breadcrumb

Solusi Limbah Domestik di Indonesia

Solusi Limbah Domestik di Indonesia

Peningkatan jumlah penduduk Indonesia terjadi setiap tahunnya. Berdasarkan laporan Bappenas dalam proyeksi penduduk Indonesia 2010-2035, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020 akan mencapai 271 juta jiwa dan pada tahun 2035 akan menembus angka 300 juta jiwa. Seiring peningkatan jumlah penduduk akan muncul masalah baru terutama masalah pencemaran lingkungan. Peningkatan jumlah penduduk membuat kebutuhan air bersih meningkat sehingga jumlah air limbah juga akan meningkat. Pembuangan air limbah tanpa diolah akan menjadi pencemaran dan menurunkan kualitas lingkungan. Pencemaran ini akan mempengaruhi kualitas sumber air baku untuk air bersih dan minum baik itu air permukaan (sungai dan danau) maupun air tanah. Pencemaran utama yang muncul adalah peningkatan limbah domestik yang berasal dari kegiatan sehari-hari rumah tangga. Minimnya kesadaran terhadap pentingnya menjaga kualitas lingkungan semakin membuat pencemaran lingkungan meningkat. Padahal tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas lingkungan yang sehat akan mendukung peningkatan kesehatan masyarakat dan juga produktifitas masyarakat.

Pengelolaan limbah domestik dewasa ini sudah menjadi perhatian pemerintahjasa pengolahan air limbah PT. Grinviro Biotekno Indonesia waste water treatment plant 08234 811447 Indonesia. Kementerian Pekerjaan Umum telah mengeluarkan peraturan tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman demi mencapai target Millenium Development Goals (MDGs) “100-0-100”. Yakni, pencapaian akses air minum 100%, kawasan kumuh 0%, dan pencapaian akses sanitasi layak 100%. Ketiga poin tersebut sangat erat hubungannya dengan pengelolaan limbah domestik

Perkembangan teknologi pengolahan air limbah semakin meningkat seiring dengan bertambahnya permasalahan di lingkungan. Teknologi yang terbaru dan paling inovatif saat ini untuk pengolahan limbah domestik adalah teknologi Membrane Bio Reactor (MBR). MBR merupakan kombinasi dari teknologi lumpur aktif dan pemisahan partikulat dengan menggunakan membran. Pemisahan dengan menggunakan membran ini membuat hasil pemisahan menjadi lebih optimal. Selain itu fungsi membran ini menghilangkan proses pengendapan pada proses konvensional sehingga akan menghemat lahan. Teknologi MBR memiliki kemampuan mengolahan bahan organik dengan beban konsentrasi dan fluktuasi tinggi. MBR memiliki banyak keunggulan selain hemat lahan yaitu proses yang dapat diandalkan, removal polutan yang tinggi hingga menghilangkan bakteri dan virus. Hal ini membuat MBR dapat digunakan sebagai teknologi recycle daur ulang air. Sehingga effluen dari MBR dapat digunalan kembali sebagai sumber air bersih. Teknologi MBR menjadi solusi dari dua masalah utama di Indonesia, yaitu pencemaran limbah domestik dan sulitnya sumber air bersih. Sehingga teknologi MBR sangat cocok untuk diaplikasikan di perkotaan yang padat penduduk dan memiliki keterbatasan lahan.